Wallpaper bisa membuat tampilan interior lebih menarik, tetapi motif yang mulai membosankan atau kondisinya yang mengelupas mungkin membuat Anda ingin menggantinya. Sebelum memasang wallpaper baru atau mengecat ulang dinding, penting untuk mengetahui cara melepas wallpaper tanpa merusak permukaannya.
proses pelepasan wallpaper bergantung pada jenis material dan kondisi dinding. wallpaper berbahan vinil umumnya lebih mudah dilepas karena lapisan luarnya bisa ditarik terlebih dahulu. sementara itu, wallpaper berbahan kertas membutuhkan lebih banyak waktu karena perekatnya perlu dilunakkan sebelum dikikis.
baca juga: jangan panik! ini 6 cara menghilangkan noda darah di seprai
sebelum mulai, periksa juga kondisi wallpaper dan dinding di baliknya. jika permukaannya sudah rapuh atau cat dinding mudah terkelupas, proses pelepasan perlu dilakukan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan.
siapkan botol semprot, air hangat, cairan penghapus wallpaper, alat pengikis, dan kain lap. geser furnitur menjauh dari dinding, lalu tutupi lantai dengan plastik agar terlindung dari air dan sisa perekat.
pastikan area kerja memiliki sirkulasi udara yang baik, terutama jika menggunakan cairan penghapus khusus. jika ada stopkontak atau sakelar di dinding yang akan dibersihkan, matikan aliran listrik pada area tersebut sebelum mulai menggunakan air. persiapan ini membantu proses pelepasan berjalan lebih aman dan rapi.
jika wallpaper menggunakan lapisan vinil, cari sudut yang sudah terangkat, kemudian tarik perlahan. apabila belum ada bagian yang terlepas, coba angkat salah satu sudut menggunakan alat pengikis secara hati-hati. hindari menekan terlalu dalam agar dinding tidak tergores.
tarik lapisan dengan arah yang sejajar dengan permukaan dinding agar lebih mudah dikendalikan. jika hanya lapisan atas yang terlepas, jangan khawatir. lapisan kertas di bawahnya bisa dibasahi terlebih dahulu supaya sisa perekat lebih mudah dibersihkan.
jika wallpaper sulit dilepas karena berbahan kertas atau memiliki lapisan yang melekat kuat, gunakan alat khusus bernama scoring tool. gerakkan alat secara perlahan untuk membuat lubang-lubang kecil agar cairan dapat meresap ke lapisan wallpaper dan membantu melunakkan perekatnya.
lakukan langkah ini secara merata pada area yang akan dilepas. hindari menekan alat terlalu kuat, terutama jika dinding terbuat dari gipsum, karena permukaannya bisa ikut rusak.
baca juga: 5 kesalahan yang harus dihindari saat merenovasi kamar mandi
isi botol semprot dengan air hangat dan cairan penghapus wallpaper sesuai petunjuk pada kemasan. basahi permukaan wallpaper secara merata, tetapi jangan sampai air berlebihan meresap ke dinding, terutama jika menggunakan material gipsum.
tunggu beberapa menit agar larutan bekerja melunakkan perekat. waktu yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung jenis wallpaper dan perekat yang digunakan. jika wallpaper masih sulit dilepas, semprotkan kembali larutan dan tunggu sebelum mencoba lagi.
gunakan alat pengikis untuk mengangkat wallpaper dari bagian sudut. tarik atau kikis sedikit demi sedikit agar lapisan dinding tidak ikut terangkat. hindari memaksakan bagian yang masih melekat kuat karena dapat meninggalkan goresan atau merusak permukaan dinding.
setelah seluruh wallpaper terlepas, lap dinding menggunakan kain lembap dan air hangat untuk menghilangkan sisa lem. pastikan tidak ada residu yang tertinggal, kemudian biarkan dinding mengering sepenuhnya sebelum melakukan pengecatan atau memasang wallpaper baru.
perhatikan apakah terdapat retakan, permukaan yang mengelupas, atau bagian yang tidak rata. pada rumah lama, wallpaper terkadang menutupi kerusakan pada lapisan plester. jika ditemukan kerusakan, perbaiki dan ratakan permukaan dinding terlebih dahulu sebelum melakukan finishing ulang.
baca juga: 5 rekomendasi home lift terbaik untuk rumah minimalis
Jika ingin memasang wallpaper kembali, pertimbangkan jenis lapisan dasar dan perekat yang digunakan. Perekat yang larut dalam air dapat mempermudah pelepasan di kemudian hari. Pastikan juga teknik pemasangan sesuai dengan jenis material dan kondisi dinding.