Tahukah Anda bahwa beberapa tren desain interior yang selama bertahun-tahun dipandang sebagai pilihan aman dan timeless justru mulai terasa ketinggalan zaman di 2026? Menurut para desainer interior terkemuka, tren yang dulu dianggap tak lekang oleh waktu kini mulai terlihat datar, dingin, atau kurang bernyawa dalam sebuah rumah yang ingin terasa hangat dan personal.


Tren ini muncul karena selera desain terus berkembang, dan ruang hidup kini dinilai tidak hanya dari estetika netral tetapi juga dari kedalaman visual, tekstur, serta keterkaitan emosional dengan penghuni rumah? Para ahli sekarang mendorong penggunaan palet warna, material, dan elemen desain yang memberi karakter lebih kuat daripada sekadar tampilan yang tampak aman tetapi tanpa cerita.




1. "All-White" Kitchens yang Sekarang Terlihat Datar


mydomaine


salah satu tren paling populer di dekade terakhir adalah dapur all-white. warna putih dipilih karena memberikan kesan bersih, modern, dan tampak lapang. selama bertahun-tahun, pewarnaan serba putih dianggap tak lekang oleh waktu dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior.


namun kini, banyak desainer mengatakan bahwa dapur serba putih justru sering tampak steril, tanpa kedalaman atau karakter yang kuat. desainer lexie saine menyatakan bahwa sementara putih bisa menjadi dasar yang elegan, suasana yang dihasilkan cenderung terasa kosong dan kurang memberi rasa hangat atau personal pada ruang yang menjadi pusat aktivitas rumah.


sebagai alternatif, para ahli merekomendasikan menghadirkan layer warna dan material seperti kayu alami, warna netral hangat atau aksen batu yang memiliki gerakan visual. kombinasi ini dipercaya memberi kesan yang lebih hidup dan menceritakan kisah penghuni rumah secara lebih baik.


2. palet netral sepanjang rumah yang terlihat tanpa fokus


decor diaries aesthetic


palet netral yang lembut seperti putih, beige, atau taupe pernah menjadi cara favorit untuk menciptakan suasana santai dan elegan. rumah yang seluruhnya bernuansa netral sering dinilai sebagai ruang yang damai dan tak mudah ketinggalan zaman.


kini para desainer seperti hannah griffiths justru merasa bahwa seluruh rumah yang berpalet netral bisa terasa membosankan atau bahkan komersial. tanpa titik fokus visual atau kontras, interior bisa terasa datar dan kurang menarik untuk dilihat mata.


hal ini mendorong banyak desainer merekomendasikan penggunaan kontras warna, tekstur, dan pola yang membuat ruang lebih dinamis. misalnya, dinding netral dipadukan dengan furnitur bertekstur, karpet bercorak, atau karya seni yang memberi fokus visual sehingga ruang tidak sekadar terlihat kalem tetapi juga bernilai estetika tinggi.


3. warna gray yang terlihat ramah dan hangat


asbe


warna abu-abu juga pernah menjadi favorit netral dalam desain rumah modern. gray dipandang sebagai warna yang menenangkan dan mudah dipadukan dengan elemen lain. namun menurut desainer pantea bionki, gray kini mulai kehilangan pesonanya dalam ruang yang ingin terasa hangat dan ramah.


warna ini cenderung terasa dingin dan kurang memberikan kenyamanan emosional yang banyak orang cari dalam rumah mereka. rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang yang harus memberi rasa nyaman, aman, dan restoratif setelah rutinitas panjang. palet abu-abu yang dominan justru sering tidak memenuhi kebutuhan emosional ini.


sebagai gantinya, warna netral hangat seperti beige, taupe, earth tone seperti terracotta atau olive, dan aksen warna kaya lainnya kini lebih populer untuk memberi kedalaman dan kenyamanan visual.




mengapa tren ini terasa ketinggalan?


vyleron.com


fenomena desain yang dulu dianggap timeless kini terlihat usang bukan karena gaya itu sendiri buruk. namun karena selera desain bergerak menuju sesuatu yang lebih personal dan emosional. rumah saat ini dinilai bukan hanya sebagai ruang estetis tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung perasaan dan suasana hati penghuni.


misalnya, palet netral yang seragam bisa terasa tenang pada awalnya tetapi kehilangan daya tarik ketika tidak ada titik fokus atau cerita visual. demikian juga, semua putih atau semua abu-abu bisa terasa terlalu monoton jika tidak dipadukan dengan tekstur, material organik, atau detail desain yang memberi kedalaman visual.


bagaimana membuat rumah terlihat lebih “timeless” untuk masa kini


untuk menghindari rumah terlihat ketinggalan zaman, desainer interior kini menyarankan beberapa pendekatan praktis:


1. tambahkan tekstur natural

eniko c


material seperti kayu, batu, dan anyaman memberi dimensi visual yang tak bisa dicapai oleh warna solid saja. tekstur ini tidak hanya memberi nuansa hangat tetapi juga meningkatkan pengalaman sensorik di ruang hidup.


2. gunakan palet warna yang seimbang

yulia nitzani


alih-alih hanya netral monokrom, perpaduan warna netral hangat dengan aksen warna yang lebih kaya dapat menciptakan ruang yang terasa hidup tetapi tidak berlebihan. warna earthy seperti olive dan terracotta kini jadi favorit karena memberi rasa tenang sekaligus karakter.


3. fokus pada detail yang personal

Dmitriy Sedov


Dmitriy SedovElemen dekor seperti karya seni, tekstil dengan motif khas, atau furnitur vintage dapat memberi narasi ruang yang memperkaya pengalaman visual dan emosional penghuni. Ini membantu ruang terasa seperti bagian dari identitas penghuni, bukan sekadar trend.


Seimbang Antara Klasik dan Konteks Modern


Koon Chalan


Desain interior yang seimbang kini bukan sekadar mengikuti tren yang sudah lama populer. Rumah yang benar-benar timeless adalah yang bisa menciptakan keseimbangan antara nilai estetika klasik dan konteks emosional penghuni yang berubah dari waktu ke waktu.


Dengan menghindari pola desain yang hanya netral tanpa kontras, percaya pada material alami, serta memberi ruang bagi ekspresi personal, hunian dapat terasa hangat, relevan, dan tak lekang oleh waktu.


Sumber Teaser oleh Vincnt