Teknologi sering kali bergerak cepat, sementara barang yang kita miliki belum tentu rusak. Speaker yang masih berfungsi dengan baik bisa tiba-tiba terasa “ditinggalkan” hanya karena sistemnya tidak lagi didukung. Akibatnya, banyak perangkat yang sebenarnya masih layak pakai akhirnya disimpan, bahkan dibuang begitu saja




kondisi ini cukup sering terjadi pada produk berbasis digital yang bergantung pada layanan cloud. ketika penghentian dihentikan, fungsi perangkat ikut terbatas, meskipun secara fisik masih dalam kondisi baik. dari masalah limbah elektronik mulai muncul, pelan tapi pasti, tanpa disadari oleh banyak orang.






Menariknya, Bose memilih jalan yang berbeda. Alih-alih membiarkan speaker nirkabel lamanya benar-benar usang, perusahaan ini membuka akses open-source agar perangkat tersebut tetap bisa digunakan dan dikembangkan. Langkah ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi pengguna, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang bagaimana teknologi bisa lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.




Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus berakhir di tempat sampah ketika masanya dianggap selesai. Dengan memberi ruang bagi pengguna dan komunitas untuk ikut berperan, sebuah produk bisa memiliki umur yang lebih panjang dan makna yang lebih besar. Dari pembahasan pembahasan tentang keputusan Bose ini menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Baca juga, Kembali ke Klasik: Saat CD Player Kembali




1. Mengapa Produk Teknologi Lama Perlu Diberi Kesempatan Hidup Lebih Panjang

Dalam keseharian, banyak perangkat teknologi yang sebenarnya masih berfungsi dengan baik, namun mulai ditinggalkan karena dianggap sudah tidak relevan. Speaker masih bisa menyala dan mengeluarkan suara, namun fitur digitalnya tidak lagi berjalan seperti sebelumnya. Kondisi ini membuat perangkat terasa usang, meskipun secara fisik belum rusak.




Hal tersebut umumnya terjadi pada produk yang bergantung pada layanan berbasis cloud. Ketika penghentian sistem dihentikan, sejumlah fungsi ikut terpengaruh. Bagi pengguna, situasi ini sering kali terasa mengecewakan, karena perangkat yang pernah dihubungi tiba-tiba tidak lagi bekerja secara optimal, meski kondisinya masih layak pakai.



Dampaknya tidak berhenti pada pengalaman pengguna saja. Perangkat yang ditinggalkan berpotensi menambah jumlah limbah elektronik. Padahal, banyak di antaranya yang masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan pendekatan yang lebih terbuka dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, cara memandang terhadap teknologi perlu diubah. Produk digital tidak lazim diperlakukan sebagai barang sekali pakai. Dengan memberi kesempatan pada perangkat lama untuk terus dimanfaatkan, penggunaan sumber daya dapat ditekan dan nilai sebuah produk dapat bertahan lebih lama, baik bagi pengguna maupun lingkungan.






2. Langkah Bose Membuka Akses Open-Source untuk Speaker Nirkabel Lawas

Bose mengambil langkah yang tidak biasa ketika memutuskan untuk menghentikan dukungan cloud pada beberapa seri speaker nirkabelnya. Alih-alih membiarkan perangkat tersebut kehilangan fungsi dan ditinggalkan pengguna, Bose justru membuka akses teknisnya kepada publik melalui pendekatan open-source.




melalui langkah ini, bose merilis dokumentasi serta pemrograman antarmuka yang memungkinkan pengembang dan komunitas teknologi untuk mengelola kembali fungsi speaker secara mandiri. dengan demikian, perangkat yang sebelumnya bergantung pada layanan cloud tetap dapat digunakan, meski tidak lagi berada di bawah dukungan sistem resmi perusahaan.




Pendekatan ini memberi ruang bagi pengguna untuk tetap memanfaatkan speaker lama mereka dengan cara yang lebih fleksibel. Fitur dasar seperti pemutaran audio lokal masih bisa berjalan, sementara komunitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan fungsi baru sesuai kebutuhan. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa akhir dari dukungan resmi tidak selalu berarti akhir dari masa pakai sebuah produk.




Dengan membuka akses open-source, Bose seolah mengajak pengguna untuk ikut terlibat dalam perjalanan sebuah produk. Bukan sekadar konsumen, tetapi juga bagian dari ekosistem yang menjaga perangkat tetap hidup. Inilah bentuk pendekatan baru dalam industri teknologi yang jarang dilakukan, namun memiliki dampak besar bagi keinginan dan pengalaman pengguna.




3. Bagaimana Pendekatan Open-Source Ini Memberi Manfaat Nyata bagi Pengguna dan Lingkungan

Pendekatan open-source yang dilakukan Bose membuka peluang baru bagi pengguna untuk tetap memanfaatkan speaker lama mereka. Perangkat yang sebelumnya terancam ditinggalkan kini masih bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa harus segera diganti dengan produk baru. Bagi banyak orang, hal ini memberi rasa lega sekaligus nilai lebih dari perangkat yang sudah dimiliki.

Di sisi lain, keterlibatan komunitas pengembang memberi ruang bagi munculnya inovasi baru. Fitur dan fungsi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, tanpa bergantung sepenuhnya pada produsen. Cara ini membuat teknologi terasa lebih terbuka dan ramah, sekaligus memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan perangkat dengan gaya hidup mereka.




Langkah ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Dengan memperpanjang umur pakai perangkat, jumlah limbah elektronik dapat ditekan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keinginan tidak selalu harus dimulai dari produk baru, tetapi juga dari keputusan bijak dalam mengelola produk yang sudah ada.

Sumber foto: BOSE