Studio arsitektur Rever & Drage menghadirkan pendekatan sensitif dalam memperluas sebuah rumah tradisional bercat merah di Raelingen, Norwegia. Proyek bernama Chr Tomters Veg ini dirancang untuk keluarga yang sedang berkembang, dengan tujuan mempertahankan karakter rumah lama sekaligus menghadirkan ruang baru yang relevan dengan kebutuhan hidup modern.





Ekspansi rumah tradisional bercat merah di Raelingen, Norwegia

Tantangan utama proyek ini terletak pada kondisi tapak yang memanjang dan berkontur miring, serta posisinya yang berada di antara dua jalan. Alih-alih menambahkan satu massa bangunan besar, Rever & Drage memilih strategi membagi perluasan menjadi dua volume terpisah. Satu volume ditempatkan di sisi utara dan satu lagi di sisi selatan rumah eksisting, menciptakan komposisi tiga massa bangunan merah yang dihubungkan oleh ruang-ruang hijau di antaranya.


Baca juga, 6 Tips Buat Rumah Gaya Japandi yang Cozy dan Relaxing!


kondisi tapak yang memanjang dan berkontur miring


pendekatan ini memungkinkan rumah lama tetap menjadi pusat dari keseluruhan rancangan. tata ruang dan proporsi bangunan eksisting sebagian besar dipertahankan, termasuk pintu biru ikonik dan sebagian bingkai jendela putihnya. beberapa perubahan dilakukan secara selektif, seperti pembongkaran tambahan kecil lama dan garasi, serta pengalihan kamar tidur orang tua menjadi area tinggal untuk anak-anak.


baca juga, 8 fasad rumah minimalis modern paling favorit 2026



Palet eksterior bernuansa merah


Secara visual, kedua volume baru tetap setia pada bahasa arsitektur rumah asli. Palet eksterior memadukan berbagai material bernuansa merah, mulai dari papan kayu bercat, bata, genteng, hingga permukaan baja. Fasad juga dilengkapi elemen kisi-kisi yang berfungsi sebagai penopang tanaman rambat. Kehadiran kisi ini melembutkan tampilan bangunan, menghadirkan perubahan musiman, serta menyatukan ruang hijau di antara ketiga volume.


Ruang kerja


Volume di sisi utara berupa bangunan tiga lantai yang diakses melalui halaman berpaving. Di dalamnya terdapat garasi serta ruang kerja. Ruang kerja ini berinterior kayu, semakin terasa menenangkan dengan adanya jendela serta bangku yang menghadap lanskap sekitar.


Akses menuju 2 massa bangunan




Di sisi selatan, volume dua lantai diakses melalui taman yang juga berfungsi sebagai ruang berkumpul dengan perapian. Jendela besar menghadap barat dirancang untuk menangkap cahaya matahari sore, yang memberikan kehangatan selama musim dingin sekaligus memperkuat hubungan visual dengan pemadangan hijau di sekitarnya.


Baca juga, Sanctum House, Hunian Kontemplatif Karya Renesa


Ruang berkumpul dengan perapian


Di area penghubung, yaitu taman, menjadi elemen penting dalam desain ini. Ruang-ruang menghadap area ini, mendapatkan cahaya alami, memasukan pemandangan perubahan musim ke dalam keseharian penghuni, sekaligus menciptakan transisi lembut antara bangunan lama dan baru.


Memasukan pemandangan perubahan musim ke dalam keseharian penghuni


Interior rumah menggunakan palet material yang hangat dan timeless, seperti kayu oak, kayu ash terang, bata, dan beton ekspos, dipadukan dengan permukaan cat dan wallpaper bermotif. Tujuannya adalah menghadirkan ruang yang terasa hangat, taktil, dan bertahan lama secara estetika, dengan perpaduan detail klasik dan ekspresi modern.


Palet material yang hangat dan timeless


Proyek ini dimulai dengan keputusan mempertahankan bangunan asli, meminimalkan pembongkaran dan memanfaatkan kembali elemen yang ada, Rever & Drage berhasil mengurangi jejak karbon sekaligus menjaga nilai historis rumah. Hunian ini dapat menjadi inspirasi tentang bagaimana ekspansi hunian dapat dilakukan secara kontekstual, berkelanjutan, dan peka terhadap karakter lokal. Dialog antara bangunan merah dan lanskap hijau dalam proyek ini menunjukkan bahwa arsitektur dapat tumbuh bersama alam tanpa kehilangan identitas awalnya.


Sumber foto teaser: Tom Auger