Di tengah kepadatan pusat kota Tokyo, arsitek Keiji Ashizawa merancang sebuah rumah keluarga yang menjawab tantangan privasi, keterbukaan, dan kedekatan dengan alam. Proyek House in Minami Azabu ini dirancang untuk pasangan suami istri dengan tiga anak, menempati lahan yang berbatasan langsung dengan jalan perumahan di sisi selatan dan area kuil di sisi utara.
Ashizawa menggambarkan proses perancangannya seperti menyusun sebuah teka-teki. Setiap keputusan desain harus mempertimbangkan konteks urban yang padat, regulasi kota, serta kebutuhan ruang yang nyaman untuk ditinggali. Hasilnya adalah rumah tiga lantai yang tidak hanya menjawab bagaimana komposisi spasial hunian ini, tetapi juga terasa hangat dan manusiawi sebagai tempat hidup sehari-hari.
Baca juga, Kamakura House, Desain Rumah Jepang Modern
Untuk menyeimbangkan privasi dan keterbukaan, fasad selatan rumah dilengkapi dengan kisi-kisi kayu dan elemen tanaman. Kisi-kisi ini berfungsi menyaring pandangan dari jalan tanpa menutup aliran udara dan cahaya alami. Sementara itu, fasad utara dibuat lebih mundur dari batas lahan dan menggunakan pintu geser shoji, menciptakan hubungan visual yang lembut dengan area kuil di belakangnya.
Susunan ruang di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh lokasi tersebut. Area privat ditempatkan di lantai satu dan dua, sementara ruang keluarga dan ruang makan berada di lantai tiga. Keputusan ini diambil sejak awal untuk memungkinkan ruang utama terhubung langsung dengan teras luas dan taman atap. Konfigurasi ini memberikan rasa lapang, cahaya alami yang melimpah, serta pandangan ke langit, sekaligus menjaga jarak dari kebisingan jalan dan bangunan sekitar.
Material struktur utama yang digunakan adalah beton bertulang. Pilihan ini mempertimbangkan iklim Tokyo, kebutuhan ketahanan api pada hunian perkotaan, serta performa akustik dan kontrol getaran. Selain itu, beton bertulang dinilai paling sesuai untuk mendukung teras dan taman atap, terutama dari sisi ketahanan air dan durabilitas jangka panjang.
Baca juga, Rumah Gaya Jepang Modern, Keseimbangan & Keindahan Jadi Satu
Untuk elemen kisi-kisi fasad, Ashizawa memilih kayu ipe, kayu keras tropis yang dikenal sangat tahan terhadap cuaca. Dikombinasikan dengan tanaman, material kayu ini membantu melembutkan batas antara interior dan eksterior, mencegah panas berlebih, serta menciptakan transisi ruang yang lebih bernapas dan nyaman.
Koneksi dengan alam menjadi benang merah proyek ini. Batu Komatsu tradisional digunakan pada area masuk rumah, menghadirkan nuansa taman Jepang sejak langkah pertama. Di lantai tiga, ruang makan terbuka langsung ke teras yang dirancang menyatu dengan kehijauan area kuil. Sebuah tangga spiral menghubungkan teras dengan taman atap, menambah lapisan ruang luar bagi keluarga.
Interior rumah diterangi oleh skylight besar yang membawa cahaya alami ke dalam. Palet warna netral dengan dominasi kayu alami dan nuansa greige menciptakan suasana tenang. Di ruang keluarga, perapian batu menjadi titik fokus, dipadukan dengan ubin gelap ramping dan furnitur bernuansa gelap untuk memberi kedalaman visual.
Baca juga, Rahasia Kamar Tidur Nyaman: Japandi Style Wajib Coba!
House in Minami Azabu menawarkan inspirasi tentang bagaimana material, cahaya, dan susunan ruang dapat bekerja selaras dalam konteks kota padat. Proyek ini menunjukkan bahwa hunian urban tetap dapat menghadirkan ketenangan, keterbukaan, dan kedekatan dengan alam melalui perencanaan yang matang dan sensitif terhadap lingkungan.