Dirancang oleh studio arsitektur asal Amerika Serikat, West of West, Puma Studios LA berfungsi sebagai kantor, showroom, dan studio desain, sekaligus ruang hospitality, hiburan, hingga menjadi tempat penyelenggaraan acara. Seluruh program ini dirancang menjadi ruang-ruang yang fleksibel, sehingga memungkinkan berbagai aktivitas berlangsung dan saling beririsan. Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara bekerja di era kontemporer, di mana kolaborasi, eksperimen, dan interaksi publik menjadi bagian penting dari proses kreatif.
konsep utama studio ini berangkat dari sebuah tempat belajar, bereksperimen, dan memproduksi, di mana karya yang belum selesai, material mentah, dan produk akhir dapat hadir berdampingan. filosofi ini diterjemahkan secara konsisten ke dalam program desain tata ruang hingga pemilihan material yang hangat, minimalis, dan sangat kontekstual terhadap budaya kreatif kota tersebut.
baca juga, lacoste resmikan lapangan padel tertinggi di prancis
Lantai beton, panel translusent glass, wood finishing, serta detail aluminium matte digunakan sebagai palet dasar di hampir seluruh area. Material-material ini menciptakan latar netral yang kuat, namun tetap hangat, sehingga memungkinkan karakter ruang berkembang secara halus di setiap zona.
Elemen paling ikonik dari interior ini adalah tangga kayu skulptural yang ditempatkan di pusat bangunan. Tangga ini berkelok lembut menghubungkan antar lantai sekaligus menjadi titik visual utama. Material kayu yang sama juga digunakan pada area perpustakaan, dipadukan dengan karpet beludru hijau tua dan sofa built-in, menciptakan suasana yang intim dan reflektif.
Baca juga, Bisa Jadi Referensi Liburan, Inilah Top 10 Hotel 2025
Area showroom dirancang dengan panel cermin dan layar translusen yang membingkai produk, sekaligus memungkinkan ruang bertransformasi untuk acara dan presentasi. Di area social hub, lemari kayu oak alami dan meja aluminium dipilih untuk menciptakan suasana yang ramah dan mengundang, mendukung interaksi sehari-hari antar tim.
Sebaliknya, boardroom dirancang dengan nuansa yang lebih gelap dan formal. Dinding plester bertekstur suede, tirai tipis, dan meja resin cor memberikan atmosfer serius tanpa kehilangan kehalusan desain.
Kompleks ini juga mencakup Studio48, sebuah workshop lengkap yang serupa dengan fasilitas Puma di Jerman dan Amerika Serikat. Di dalamnya terdapat perpustakaan material sepatu dan apparel, fasilitas mesin cetak 3D skala besar dan kecil, mesin jahit, dinding pin-up bergerak, hingga latar pemotretan. Ruang dengan kontrol kelembapan khusus menampung mesin cetak 3D, printer DTG, laser cutter, serta ruang semprot terisolasi.
Puma Studios LA memperluas definisi tempat kerja. Ruang ini menjadi bengkel, panggung, dan ruang sosial sekaligus. Dengan menyatukan kantor, prototipe lab, retail showroom, dan ruang acara dalam satu bangunan, Puma mendorong eksperimen lintas disiplin dan memperlihatkan bagaimana arsitektur dapat menjadi katalis budaya.
Baca juga, Desain Henville Street House, Rumah Kontekstual di Fremantle
Bagi desainer di Indonesia, proyek ini menjadi inspirasi penting tentang bagaimana arsitektur dan interior dapat merespons perubahan cara bekerja. Puma Studios LA menunjukkan bahwa ruang kerja masa depan bukan hanya soal efisiensi, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang hidup, terbuka, dan mampu menumbuhkan ide, kolaborasi, serta kemungkinan baru.