Saat kerja di kantor, Anda lebih produktif dan nyaman saat bekerja di ruang terbuka atau saat memiliki cubicle pribadi?

Ini merupakan pertanyaan yang terus menuai perdebatan saat membahas desain kantor dalam beberapa tahun belakangan.




Herman Miller


Namun, dengan adanya musibah penyakit Covid-19 seperti saat ini, para arsitek, desainer, serta pebisnis seakan diberi tugas tambahan untuk memikirkan kembali bagaimana nasib perkantoran, terutama usai wabah ini berlalu. Gaya hidup dan bekerja yang telah mengalami pergeseran perlu dipertimbangkan guna menciptakan desain yang menjamin kesejahteraan perusahaan dan pekerja.




Baca juga, 5 Inspirasi Kantor untuk Kerja yang Menyenangkan!


Sebelum menilik wujud masa depan dari ruang kerja, sebenarnya berbagai konsep perkantoran telah silih berganti diadaptasi pada publik tergantung akan tuntutan serta kebutuhan di zamannya.


Ruang kantor menggunakan cubicle

Tahun 1980-an didominasi dengan pekerjaan yang menyerupai pabrik dengan sistem khusus dan yang harus dilakukan oleh pekerja hanyalah berbaris rapi menunggu diberi tugas lalu menyelesaikannya.


Boston Globe


Hal ini berdampak menciptakan tuntutan desain kantor yang murah serta efisien. Pernyataan gunakan modal seminimal mungkin untuk menghasilkan output semaksimalkan mungkin benar-benar terpatri pada perkantoran. Sehingga mulai muncullah meja-meja cubicle yang tersedia dalam modul sehingga dengan mudah dipasang dan menyusun ruang kerja di kantor.



Morgan Lovell


Konsep ruang terbuka kembali hadir

Sebagian besar orang mengira konsep ruang terbuka dimulai pada abad ke-21, namun sebenarnya konsep ini pernah diterapkan pada pertengahan abad ke-20. Berkat pengaruh teknologi, konsep ini terus mengalami evolusi. Jika dahulu kala ini diterapkan akibat ingin mengoptimalkan penggunaan ruang serta memudahkan administrasi, kini konsep open plan menjunjung desain yang user oriented.


Wall Street Journal


Ruang diciptakan untuk mendukung kolaborasi serta transparansi yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga berdampak kepada kesuksesan bisnis milik perusahaan.


studio air putih / casa indonesia


bahkan beberapa perusahaan dibidang teknologi turut menyuntikkan makna bermain dengan menyediakan ruang berisi pool table dan game console sembari merepresentasikan semangat anak muda pada jiwa kantornya.


Bukalapak


Baca juga, Hebat! Intip 4 Desain Kantor Start-Up Unicorn Indonesia




Kehadiran konsep coworking

Semangat kolaborasi terus berkembang terutama dengan semakin banyaknya entrepreneur yang bermunculan beberapa tahun ini. Ini semakin ditegaskan dengan kehadiran perusahaan WeWork pada tahun 2010 yang mengedepankan desain interior serta urban life.


wework san fransisco


momentum coworking terus berlanjut hingga tahun 2019 dikarenakan mengombinasikan konsep bekerja secara tradisional serta remote working. ruang komunal tersedia dengan harga terjangkau dan membantu beragam usaha kecil hingga menengah untuk saling berkumpul. selain itu, pertemuan ini turut membantu mengatasi efek samping dari remote working, yaitu merasa kesepian dan terisolasi.


WeWork


Baca juga, Warna Ceria di Headquarters WeWork San Francisco


Publik terpaksa mengadaptasi Working From Home

Berkat teknologi dan beragam mata pencaharian baru yang tercipta, konsep working nomad sudah tidak asing lagi. Sehingga saat virus corona mulai menyebar dan memaksa perusahaan untuk mencanangkan Working From Home, sebagian kecil orang tidak merasa aneh saat harus bekerja di rumah.


Herman Miller


Beragam inspirasi dan saran bermunculan untuk menginformasikan home office yang ideal, seperti menyusun ruang kerja darurat di rumah hingga tips serta trik untuk menjaga kesehatan dan produktivitas selama bekerja di rumah.




Baca juga, Masih Work From Home? Ayo Refresh Area Bekerja Anda!


What will happen next?

Usai menjalani sebuah rutin selama 21 hari, disinyalir menciptakan kebiasaan baru terhadap kehidupan manusia. Dengan masa working from home yang telah berjalan sekitar satu bulan ini, visi baru akan cara bekerja dan menjalani kehidupan perlu dicetuskan.


Herman Miller


Arsitek dan desainer kemungkinan besar dituntut untuk menciptakan tipologi ruang yang meleburkan digital dan fisik, sumber daya lokal dan global, serta konsep mengumpulkan puluhan orang dalam satu ruang besar selama kurang lebih 8 jam dalam sehari.


Studio Air Putri / CASA Indonesia


Ditambah dengan keinginan pekerja untuk memiliki keseimbangan antara hidup dan kerja, maka dapat dinilai bahwa wabah covid-19 ini bisa menjadi trigger untuk terciptanya hubungan yang lebih sehat antara pekerja dan ruang kerjanya.

Jadi seperti apakah cara bekerja Anda nantinya usai wabah Covid-19 ini berlalu?


Foto Teaser: Real Simple