Jauh dari buah bibir para wisatawan dan suasana penuh turis, berdiri luxury boutique hotel Nirjhara di Tabanan yang diselimuti kesunyian dan ketenangan alam. Tidak jauh dari suaka ternama Pura Tanah Lot dan Pantai Kedungu, Nirjhara menawarkan pengalaman mewah untuk bercengkrama dengan lingkungan sekitar dan pesona Bali.





Pada Januari 2020, Nirjhara membukakan pintu bagi yang ingin menikmati kemewahan relaksasi dan kensunyian saat berlibur. Dengan tajuk sustainable luxury, Nirjhara terbuka untuk menghubungkan pengunjungnya dengan alam.


Canopy Suite

Diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti air terjun, sebagian besar kamar suite Nirjhara memang menyajikan pemandangan alam seperti air terjun, persawahan yang berundak dan sungai yang mengalir tenang.



Canopy Suite

Terdapat beberapa tipe suite pada resort Nirjhara dengan total 25 suite. Tipe-tipe yang tersedia yaitu River Pavilion, River Pool Pavilion, Canopy Suite, Two-Bedroom Pool Villas, dan The Residence yang menawarkan pengalaman privat eksklusif dari Nirjhara. Setiap suite diberikan jarak di antara lebatnya tanaman endemis Indonesia untuk menjamin kualitas keintiman ketika menginap.


River Pavilion Suite 


River Pavilion Suite

Kontras dari suasana resort, para tamu dapat menyantap kuliner Indonesia yang beragam di restoran utama hotel, Ambu dengan suasana yang lebih modern dan kasual, sembari diimbangi dengan pemandangan yang menakjubkan dari berlimpahnya hijau alam dan hutan tropis. Mencerminkan pulau Dewata, menu yang disantap menawarkan a fresh twist pada hidangan khas Bali dan hidangan Western kotemporer. Nirwana alam yang mengitari resort, membuahkan arti konservasi terhadap alam dan lingkungan di Nirjhara.





Ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan menjadi pedoman bagi resort menawan ini. Tak hanya sekedar kata, Nirjhara sejak awal bergerak untuk menjadi environmentally conscious dan telah menerapkan komitmen ini di setiap aspek yang terdapat pada hotel.



Desain hotel Nirjhara pun kaya akan material eco-friendly pada struktur dan furnitur hotel. Fasad dari masing-masing suite terbuat dari kayu yang telah didaur ulang dan ditumbuhkan secara berkelanjutan. Interior dari hotel pun menjadi upaya bagi Nirjhara untuk memamerkan kekayaan seni Indonesia, dengan berkolaborasi dengan artisan lokal dan seniman Indonesia.




Kemewahan yang memanjakan itu membedakan Nirjhara dari destinasi tren wisata Bali lainnya. Pengalaman yang diberikan mengingatkan para pengunjungnya betapa mewah jauh dari keramaian kota hingga dapat mengekspos keasrian dan ketentraman sesungguhnya yang dimiliki pulau Bali.


Sumber Teaser dan Foto oleh: dok. Nirjhara
Teks oleh: Annika Fathma