Louis Vuitton memukau warga Ibukota Jakarta dengan menghadirkan pameran bertajuk Time Capsule di Senayan City dimulai dari tanggal 23 Oktober hingga 11 November 2018.





Dalam perhelatan ini, pengunjung dapat menyaksikan perjalanan sejarah dari brand asal Prancis ini. Kisah sejarah tersebut ditampilkan melalui beragam objek serta dokumen asli milik Louis Vuitton yang telah diakumulasi selama 160 tahun.

Pameran Time Capsule sebelumnya telah sukses diselenggarakan di berbagai kota besar di dunia, seperti Hongkong, Bangkok, Berlin, Singapura, Dubai, Shanghai, Melbourne, Madrid, Osaka, Los Angeles, dan Toronto. Lalu kini hadir di Jakarta sekaligus merayakan 30 tahun kehadiran Louis Vuitton di Indonesia.


Baca juga, 10 Bangunan Legendaris di Dunia yang Mengubah Sejarah



Artisan’s Room

Temukan behind the scene dari pembuatan produk-produk ikonis Louis Vuitton, seperti petite malle bersama perajin asli yang bekerja untuk Louis Vuitton.

artisan's room di pameran time capsule oleh louis vuitton / l'officiel indonesia


pengunjung juga dapat ikut serta untuk membuat petite malle tersebut.



the key to the codes

dimulai dari material, motif, tali pengikat, serta komponen metal pada sudut koper khas louis vuitton ditampilkan guna memperlihatkan kisah pemilihan elemen-elemen yang akhirnya menjadi branding khusus milik louis vuitton.

ruang the key to the codes di pameran time capsule / casa indonesia


tak luput juga produk bersifat portable seperti bedtrunk yang konon hanya butuh waktu kurang lebih 3 menit untuk pemasangannya. 

(atas - bawah) lounge chair dan bed trunk koleksi louis vuitton / casa indonesia


baca juga, furnitur karya sang maestro fashion, giorgio armani


journeys around the world

segala metode transportasi, yaitu melalui darat, laut, hingga udara tidak jadi masalah bagi pengguna produk louis vuitton. serangkaian jenis koper diciptakan menyesuaikan kondisi lingkungan saat travelling serta produk yang akan dibawa di dalamnya. 

ruang journeys around the world di pameran time capsule los angeles / louis vuitton


salah satu koper digunakan untuk membawa tea set. koper ini menggunakan material anti lembab agar menjaga kualitas bubuk teh yang akan digunakan bersama dengan penggunaan sekat di bagian dalam koper guna melindungi peralatan minum di dalamnya.





elegance in motion

terbagi atas nuansa maskulin dan feminim, pengunjung dapat menemukan produk-produk yang diciptakan khusus untuk beberapa klien.

ruang display bernuansa maskulin di elegance in motion / casa indonesia


salah satunya adalah watch trunk milik pengusaha lia candrasari yang merupakan satu-satunya produk watch trunk dari louis vuitton.



icons of the house

dalam perjalanan brand louis vuitton beragam kolaborasi istimewa pernah diciptakan. frank gehry merupakan salah satu arsitek yang pernah berkolaborasi dengan brand ini guna menciptakan sebuah produk tas.

twisted box, kolaborasi antara louis vuitton dan frank gehry / louis vuitton


tak hanya itu saja, frank gehry turut merancang louis vuitton fondation, sebuah institusi privat dan museum seni kontemporer di paris.


louis vuitton fondation di paris / iwan baan / archdaily


baca juga, belajar sejarah sepak bola di museum fifa


magic malle

ruang ini merupakan highlight dari pameran time capsule. dengan display nan interaktif, pengunjung akan menemukan beragam material yang pernah di eksplorasi louis vuitton sejak awal didirikan hingga masa sekarang.



temukan juga beragam produk dari louis vuitton pada pop up store yang telah dibuka sejak 16 oktober 2018 lalu.


Pop up store milik Louis Vuitton di Senayan City / CASA Indonesia



Segera kunjungi pameran Time Capsule oleh Louis Vuitton dan saksikan napak tilas dari lini mode ikonis ini.


Foto teaser:  Liandro N. I. Siringoringo / Manual Jakarta
Dok. CASA Indonesia, L'Officiel Indonesia, Louis Vuitton, Iwan Baan, Archdaily